Selasa, 23 Juni 2020

EKSPOSISI

Pernahkah kalian melihat tanaman bakau? Di mana? Benar. Di Jakarta Utara ada 2 hutan mangrove, yaitu Hutan Mangrove Jakarta dan Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Tetapi ternyata di Bekasi juga ada sebuah hutan mangrove lho.

Tahukan kalian apa manfaat hutan mangrove? Benar. Agar lebih jelas, simak teks eksposisi berikut ini.



Konservasi Mangrove Bisa Kurangi Emisi Sampai 31 Persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah konservasi mangrove disebut dapat mengurangi 10 hingga 31 persen dari estimasi emisi tahunan dari sektor penggunaan lahan saat ini di Indonesia. Peneliti dari pusat penelitian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Virni Budi Arifanti, mengatakan, potensi mitigasi perubahan iklim sangat tinggi sekali.
"Tidak hanya memberikan benefit secara ekologis namun juga secara finansial," kata peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) dalam diskusi online Pojok Iklim KLHK yang diadakan di Jakarta, Rabu (13/5).
Virni mengatakan, jika langkah restorasi mangrove yang sudah terdegradasi apabila komponen lingkungannya mendukung maka mangrove dapat memulihkan lingkungannya sendiri dalam 10 tahun. Selain berperan dalam usaha mengekang perubahan iklim, hutan mangrove ternyata juga dapat berguna dalam mitigasi bencana seperti mengurangi dampak terjangan tsunami ke daratan dan kenaikan level laut.
Mangrove dengan sistem akar yang sangat kompleks dapat menahan gelombang dari tsunami atau ombak dan mengikat sedimen yang ada di ekosistem sekitarnya. Dengan adanya kemampuan tersebut, akan memberikan kemampuan mangrove untuk menghadapi kenaikan air laut jika vegetasi itu berada dalam keadaan utuh.
Selain itu, jika penanaman mangrove dengan densitas 3.000 pohon per hektare (ha) dan lebar 200 meter dapat mengurangi gelombang tsunami 50-50 persen dan kecepatan tsunami 40-60 persen. Permasalahannya adalah semakin sedikitnya kawasan mangrove akibat ancaman-ancaman yang berada di sekitarnya seperti alih fungsi lahan, eksploitasi air tanah dan sampah laut.
"Dari semua ancaman itu konversi menjadi tambak adalah menduduki prioritas yang menjadi penyebab utama deforestasi mangrove," kata dia.
Menurut data dari Peta Mangrove Nasional yang diluncurkan 2019 oleh pemerintah, Indonesia memiliki 3,31 juta ha luasan mangrove dengan 2.673.583 ha dalam kondisi baik dan 637.624 ha dengan kerapatan jarang.


https://republika.co.id/berita/qaa031463/konservasi-mangrove-bisa-kurangi-emisi-sampai-31-persen

Pengertian Teks Eksposisi
Eksposisi merupakan genre teks berisi gagasan yang disampaikan oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu dengan tujuan agar orang lain memahami pendapatnya. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan harus disertai alasan-alasan logis. 

Struktur Teks Eksposisi: pendapat (tesis) ^argumentasi^penegasan ulang pendapat. 

  • Pernyataan pendapat atau tesis adalah bagian pembuka berisi pendapat umum yang disampaikan penulis terhadap permasalahan yang dikemukakan.
  • Argumentasi adalah unsur penjelas yang mendukung tesis, berupa alasan logis, data hasil temuan, fakta atau pernyataan ahli.
  • Penegasan ulang pendapat adalah bagian yang bertujuan menegaskan pendapat awal dan menambahkan rekomendasi atau saran penulis terhadap permasalahan yang dibicarakan.

Kaidah Kebahasaan dalam  Teks Eksposisi

  1. Istilah sesuai dengan bidang yang dibahas, contoh: konservasi, mitigasi, ekologis.
  2. Menggunakan adjektiva (kata sifat), contoh: tinggi, kompleks, baik.
  3. Perubahan jenis kata karena afiksasi (penambahan imbuhan), contoh: 

Kalimat Fakta yaitu kalimat yang dibuat berdasarkan kenyataan yang ada atau yang terjadi.

Contoh :
  1. Langkah konservasi mangrove disebut dapat mengurangi 10 hingga 31 persen dari estimasi emisi tahunan dari sektor penggunaan lahan saat ini di Indonesia.
  2. Selain itu, jika penanaman mangrove dengan densitas 3.000 pohon per hektare (ha) dan lebar 200 meter dapat mengurangi gelombang tsunami 50-50 persen dan kecepatan tsunami 40-60 persen. 
Kalimat Opini yaitu kalimat yang berisi alasan logis atau pendapat, pikiran, pendirian pribadi. 
Contoh:
  1. "Tidak hanya memberikan benefit secara ekologis namun juga secara finansial," kata peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) dalam diskusi online Pojok Iklim KLHK yang diadakan di Jakarta, Rabu (13/5).
  2. Virni mengatakan, jika langkah restorasi mangrove yang sudah terdegradasi apabila komponen lingkungannya mendukung maka mangrove dapat memulihkan lingkungannya sendiri dalam 10 tahun.
Kalimat Verbal adalah kalimat yang memiliki predikat berupa kata kerja.
Contoh:
  1. Virni Budi Arifanti mengatakan potensi mitigasi perubahan iklim sangat tinggi.
  2. Mangrove dapat menahan gelombang dari tsunami atau ombak.
Kalimat Nominal adalah kalimat yang predikatnya selain kata kerja.
Contoh:
  1. Sistem akar mangrove yang sangat kompleks.
  2.  Kawasan mangrove semakin sedikit.
Kalimat Aktif Transitif adalah kalimat yang predikatnya berbentuk kata kerja  dan dilengkapi dengan obyek penderita (O1).
Contoh:
  1. Mangrove dapat menahan gelombang.
  2. Mangrove dapat memulihkan lingkungannya sendiri.











1 komentar: