Pernahkan
kalian melihat seseorang yang secara tak sengaja tertabrak orang lain yang
tergesa-gesa berjalan sehingga membuatnya marah lalu berkata: Kalau jalan pakai mata!
Lho...jalan bukannya pakai kaki, ko pakai mata sih?
Iya
juga sih, tetapi maksud kalimat kalau jalan pakai mata itu berarti
teguran agar saat berjalan kita harus melihat lingkungan sekitar atau
berhati-hati sehingga tidak sampai menabrak orang lain.
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata penalaran
berarti (1) cara menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; (2) hal
mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan
atau pengalaman; (3) proses mental dalam mengembangkan pikiran dari beberapa
fakta atau prinsip.
Penalaran dibedakan
atas penalaran deduktif dan penalaran induktif.
Penalaran Deduktif adalah proses menarik simpulan yang
diawali dengan mengemukakan pernyatan umum (premis mayor) diikuti pernyataan
khusus (premis minor) kemudian ditarik simpulan yang bersifat khusus.
Contoh:
1. Pernyataan umum : Semua siswa SMK Negeri 5 Jakarta wajib mengikuti praktik di
bengkel.
Pernyataan khusus : Aku siswa SMK Negeri 5 Jakarta.
Simpulan : Aku wajib mengikuti praktik di bengkel.
(kesimpulan)
2. Pernyataan umum : Semua guru berusaha memberikan yang terbaik.
Pernyataan khusus : Bu Ismaninggar adalah seorang guru.
Simpulan : Bu Ismaninggar berusaha memberikan yang
terbaik.
Penalaran Induktif adalah proses menarik kesimpulan yang
diawali dengan mengemukakan beberapa pernyataan khusus kemudian ditarik
kesimpulan secara umum.
Penalaran
induktif dibedakan atas 3 macam, yaitu generalisasi, analogi, dan kausalitas (sebab-akibat).
Generalisasi
Penarikan
kesimpulan dengan cara generalisasi diawali dengan pernyataan-pernyataan yang
bersifat khusus kemudian ditarik pernyataan yang bersifat general (umum).
Contoh
1
Pernyataan
khusus:
- Aluminium akan memuai bila dipanaskan.
- Besi akan memuai bila dipanaskan.
- Emas bila dipanaskan akan memuai.
- Kuningan bila dipanaskan juga akan memuai.
- Perak pun demikian bila dipanaskan akan memuai.
- Perunggu juga memuai bila dipanaskan.
- Timah juga akan memuai bila dipanaskan.
- Tembaga bila dipanaskan juga akan memuai.
Contoh 2
- Gilang Daniyal adalah siswa yang rajin.
- Ia selalu hadir tepat waktu dan menyelesaikan semua tugas yang diberikan guru.
- Bila ada guru yang belum hadir atau berhalangan, waktunya diisi dengan belajar mandiri di kelas atau di perpustakaan.
- Ia pun mudah memahami penjelasan guru sehingga setiap ulangan, nilai yang diperolehnya selalu tinggi dalam semua mata pelajaran.
- Gilang pun terampil di bidang komputer, menguasai bahasa Inggris, dan terampil bermain bola basket.
- Dalam hal beribadah dia juga taat. Sholat tidak pernah ditinggalkan. Kemampuan membaca Al Qurannya pun baik.
- Selain itu sikapnya santun, bicaranya pelan namun tegas.
- Jiwa sosialnya pun tinggi.
Simpulan: Bahasa
Indonesia menyerap kosa kata dan istilah dari bahasa asing untuk memperkaya perbendaharaan kosa kata.
Analogi
Analogi
merupakan proses penarikan kesimpulan yang didasarkan atas perbandingan dua hal
yang berbeda, tetapi karena mempunyai kesamaan segi, fungsi, atau ciri,
kemudian keduanya dibandingkan (disamakan). Kesamaan keduanya inilah yang
menjadi dasar penarikan simpulan.
Contoh 1
Orang
tua mendidik kita di rumah dengan penuh kasih sayang. Mereka mengajari kita
banyak hal. Tak jarang kita dimarahi ketika kita nakal dan tidak mematuhi
nasihat mereka.
Di
sekolah para guru juga mendidik kita dengan penuh kasih sayang. Guru mengajari
kita berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan, bahkan juga memberikan teladan
akhlak yang baik. Demi menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab, para guru
pun acapkali memberi hukuman pada kita.
Simpulan
: Jadi, dapat dikatakan bahwa para guru adalah orang tua kita di sekolah.
Berdasarkan
contoh tersebut dapat disimpulkan struktur analogi adalah pembanding^hal yang
dibandingkan^kesamaan kedua hal yang diperbandingkan.
Sebab-Akibat
Dalam
pola penalaran ini sebab bisa menjadi gagasan utamanya sedangkan akibat menjadi
gagasan penjelasnya. Namun, dapat juga terjadi sebaliknya. beberapa sebab dapat
menjadi gagasan penjelas sedangkan akibat menjadi gagaan utamanya.
Contoh 1
Sebab:
- Gilang Daniyal adalah siswa yang rajin.
- Ia selalu hadir tepat waktu dan menyelesaikan semua tugas yang diberikan guru.
- Bila ada guru yang belum hadir atau berhalangan, waktunya diisi dengan belajar mandiri di kelas atau di perpustakaan.
- Ia pun mudah memahami penjelasan guru sehingga setiap ulangan, nilai yang diperolehnya selalu tinggi dalam semua mata pelajaran.
- Gilang pun terampil di bidang komputer, menguasai bahasa Inggris, dan terampil bermain bola basket.
- Dalam hal beribadah dia juga taat. Sholat tidak pernah ditinggalkan. Kemampuan membaca Al Qurannya pun baik.
- Selain itu sikapnya santun, bicaranya pelan namun tegas.
- Jiwa sosialnya pun tinggi.
Akibat: Ketika ujian sekolah tiba, ia mampu mengerjakannya dengan baik, dan memperoleh nilai tinggi sehingga dapat melanjutkan pendidikannya di UNJ sesuai dengan keinginannya.
Contoh 2
Akibat : Jumlah penderita Covid-19 di Indonesia terus meningkat.
Sebab:
- Sikap meremehkan imbauan pemerintah untuk mentaati protokol kesehatan.
- Masih banyak warga tidak menggunakan masker ketika keluar rumah.
- Enggan bila harus sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
- Di beberapa wilayah sering ditemui warga yang berkumpul dalam jumlah yang cukup besar.
- Ada juga yang nekat mengadakan acara yang membuat orang berkerumun.
- Ada warga yang tidak jujur melaporkan kondisi kesehatannya, terutama saat merasakan gejala terpapar Covid-19.
- Kurang menyadari resiko yang mungkin ditimbulkan.








0 komentar:
Posting Komentar