Puisi
merupakan hasil karya sastra yang menggambarkan suasana atau perasaan batin
penulisnya. Apa yang kita dengar, yang kita rasakan, yang kita lihat, atau yang
kita alami dapat kita tuangkan dalam puisi. Pokoknya melalui puisi kita bebas
mengekspresikan banyak hal melalui kata-kata. Tentu saja puisi yang dimaksudkan
di sini adalah puisi modern yang tidak terikat aturan tertentu seperti pada
puisi lama.
KETIKA DAN KETIKA
Catatan Ismaninggar
KETIKA 1
Ketika 2019 diakhiri dengan
rutinitas yang sama
oleh sebagian orang yang tetap
menjaga imagenya
Di beberapa penjuru kita dengar
suara petasan bersahut-sahutan
dengan suara terompet memekakkan
telinga
Langit dipenuhi bentuk-bentuk
beraneka warna
yang tidak bermakna
Sementara tidak sedikit penjaja
terompet yang menangis, menjerit
karena hujan seperti ditumpahkan
dari langit seolah tanpa henti
memupuskan mimpi mereka tuk raup
keuntungan lebih
seperti tahun-tahun sebelumnya
Ketika 2020 diawali dengan meluapnya
air di berbagai penjuru
membanjiri rumah-rumah di bantaran
sungai
membanjiri rumah-rumah di gang-gang
sempit
membanjiri rumah-rumah di
perkampungan
membanjiri perumahan sederhana
bahkan
membanjiri perumahan yang terbilang
cukup mewah
bahkan tanpa permisi menyambangi
istana kepresidenan
Keluhan, umpatan, makian bahkan
sumpah serapah yang dilontarkan
berakhir dengan menyalahkan orang
lain
tanpa mau introspeksi diri
Ketika masih disibukkan dengan
berbagai tindakan pemulihan, perbaikan,
pembangunan tuk atasi itu
lagi-lagi kita diberi teguran yang
bahkan lebih berat
bagi semua kalangan:
kaya-miskin, lelaki-perempuan,
tua-muda,
pejabat negara, tokoh politik,
pengusaha, pebisnis, sopir, warga biasa,
bahkan perawat dan dokter
tak bisa menghindar dari
mikroorganisme patogen ini:
Corona virus yang menyerang
sistem pernapasan manusia
Ketika diawali dari 2, 7, 19, 27,
96, 117, 172, 227, 309, 452, 893, 1414...
Kapankah hitungan itu akan berakhir?
Ketika diawali dari sebuah kota,
terus menimbulkan efek domino
Kini tidak sedikit kota di
Indonesia pun terdampak
Ketika pemerintah tetapkan kondisi
tanggap darurat mulai dari
gunakan masker, jaga jarak, rajin
cuci tangan sampai
tentukan aturan tetap kerja di
rumah, belajar di rumah, di rumah saja
Ketika semua itu diabaikan
Ketika sebagian warga bersikap tidak
peduli
Ketika yang terpapar terus bertambah
Ketika yang tidak tertolong terus
bertambah
Ketika kematian menjemput
Ketika itu ... telah terlambat!
Pejuang,
30 Maret 2020
MATEMATIKA
'Tuk Mba
Diah, Semarang, 2017
Ketika kudengar dia bicara aku tak
mampu menghentikannya
Perempuan ayu berkaca mata dengan
tahi lalat di hidungnya
Dengan lembut namun jelas berucap
Kita jangan cuma percaya bahwa dua
ditambah dua sama dengan empat
Itu cuma matemematikanya manusia
Tapi kita harus percaya bahwa dua
ditambah dua bisa jadi 10, 100, 1000, bahkan lebih
Jika matematika Allah yang berlaku
Ilmu tingkat tinggi yang saat itu
belum bisa langsung kucerna
ALHAMDULILLAH
Cisarua, 2016
Aku berdiri di bagian belakang
Didampingi beberapa anak muda yang
terus menyemangatiku
Ayoooo...semangat, bunda pasti bisa
Jalan terus menanjak, sedikit basah,
dan licin
Kadang kami harus membungkuk karena
batang pohon yang melintang
atau harus menaiki batu besar di
tengah jalan dan merosot tuk jejaki tanah kembali
Ketika jalan setapak menurun
Perjalananku tambah berat
Maklum usiaku sudah di atas lima
puluh
Aku harus ekstra hati-hati
Di sinilah aku bisa lebih mengenalmu
anak muda
Dengan sabar kalian bergantian
membantuku
saat aku terlihat ragu melangkah
menuruni tebing 'tuk bisa sampai di sungai
Kami lewati sungai berair dingin dan
sejuk,
memilih bagian yang lebih dangkal
melewati batu-batu di sepanjang sungai
Perjalanan berlanjut
Jalan setapak kembali menanjak
meskipun tidak seterjal dan sejauh
awal perjalananan
Akhirnya rasa lelahku terbayar
begitu kami sampai di tujuan.
Suara air jatuh dari ketinggian
menimpa ceruk sungai
menciptakan musik terindah saat itu
Alhamdulillah 'tuk karunia-Mu ya
Allah
memberiku kesempatan di usiaku ini
bisa mensyukuri dan menikmati
keindahan dua curug sekaligus di tempat ini.
Allahuakbar...
GEDE KEPAYANG
Aaaahhhh... aku tahu kawan
Hahaha...
Aku memang mabuk
Mabuk berat
Isi perutku terasa diaduk-aduk
Rasa mual naik ke kepala
Dan
Di saat yang sama aku merasa sangat
senang
Aku suka, aku jatuh cinta
Bagaimana tidak
Setelah tempuh perjalanan dengan
perahu kayu bersama dua puluh penumpang lainnya
Di sepanjang perjalanan
diombang-ambingkan ombak karena hembusan angin yang kuat
Cipratan air asin basahi badan
Masih ditambah rasa takut terbawa
arus, takut tenggelam karena tak bisa berenang
Wajarlah membuatku mabuk
Walau tak sampai memuntahkan yang
sudah kutelan
Rasa itu tergantikan saat kujejakkan
kaki di atas pasir putih yang lembut...
Subhanallah....Allahuakbar
Indahnya pulau yang kudatangi
Pulau GEDE KEPAYANG
ILLUMINATI
Kuraih kamus saku dari meja itu
Secara acak kubuka sebuah halaman
dan
Mataku terhenti pada satu kata
...ILLUMINATI
Refleks ingatanku kembali ke
beberapa waktu lalu...
Yang dilakukan oleh mereka yang
menyebut dirinya ‘penguasa’
Penguasa yang menyembunyikan dirinya
dibalik tindakan pemimpin yang mereka pilih
Pemimpin yang menjadi pion yang
dapat mereka mainkan
Pemimpin yang dapat dijadikan
kambing hitam
Dan tameng kelicikan mereka
Hari ini kudapat sebuah buku
berjudul ILLUMINATI
Sebuah kebetulan yang menakjubkan
Setelah sehari sebelumnya aku
berbincang tentang itu bersama temanku
Sebaris kalimat yang membuatku
terhenyak:
Dunia dalam Genggaman Perkumpulan
Setan
Lembar demi lembar kubaca semakin
membuatku ternganga
Nalarku tak sanggup memahaminya
Emosiku tergugah
Rasa kuatirku pun mengalir
Rasa takutku melesat bak meteor
Mengapa?
Karena aku melihat
Karena aku mendengar
Karena aku merasa
Dunia kecil di sekitarku kini berada
dalam genggaman sekumpulan setan
Pejuang,
Sabtu 16 April 2016
MENARI
Suara gamelan terdengar merdu
Iringi langkah dan gerak tubuhku
Gemulai ikuti irama
Buatku tenggelam dalam kekhusukan
Irama musik terus meninggi dan
meninggi
Selendang merah kukibaskan
Seketika gerakku berubah gagah
Penuh semangat dan naluri
Ikuti irama yang semakin cepat
Yang kunikmati bukan cuma kegesitan
Tapi kelincahan dan kepuasan
berekspresi
Sampai suara gamelan memelan
Lalu terhenti
GADIS ITU PUTRIKU
Puisiku ‘tuk
LIK
Tertatih-tatih langkahmu
kadang terhuyung
Tapi suara tawamu tetap bergema
Karena kau tahu tanganku siap
menjagamu
Kini ...
Langkahmu mulai berirama dan kuat
Kemauanmu mulai terbaca
Dapat kutangkap sikap kerasmu
Kurasa egomu terpancar dalam gerakmu
Sekaligus memancarkan cinta kasihmu
padaku
Akankah kusempat menemanimu tuk
menjemput masa depanmu
16 tahun sudah kita lalui bersama
Kini kau sudah menjelma menjadi
sosok yang dewasa
Banyak asa kupendam untukmu gadisku
Semoga DIA tetap menjagamu
untukku
Untukmu ...putriku
Pejuang 05
November 2015
ISTIMEWANYA APA
Hari ini bukanlah hari yang sama
saat kau hadir
Hari ini adalah hari yang sama
dengan hari yang lain
Hari yang hanya punya 24 jam
Jam yang hanya punya 60 menit
Menit yang hanya punya 60 detik
Masih hari yang diawali
dengan terbitnya mentari di timur
Masih hari yang diakhiri
dengan terbenamnya sang surya di
barat
jadi apa istimewanya hari ini?
Tapi hari ini selalu dinanti banyak
orang
Bahkan dengan cara yang sebenarnya
tak perlu
Orang bilang hari ini adalah hari
bahagia
Tapi banyak yang tak sadar
bahwa datangnya hari ini justru
membuat kita
semakin kehilangan waktu
berapa waktu yang terbuang saat tak
kita habiskan
dengan kebaikan
dengan kepatuhan
dengan kewajiban
‘tuk menjadi makhluk-Nya yang
beriman
Pejuang, 13 Agustus 2015
KILONG
Kita bertemu dengan cara yang cukup
unik.
Tapi waktu yang sedikit itu
kita gunakan tuk banyak hal
Kuajak kalian nikmati yang tak ada
di tempatmu
Ya...gudeg, ayam bakar, lalap dan
sambal
Kuajak kalian ke tempatku bekerja
Naik angkot butut, KRL yang sesak
penumpang,
lalu naik bajaj yang bikin
pekak telinga
Kuajak kalian berkeliling
Kita membeli tam-tam untukmu
dan ikat pinggang untuk Jaypee
Serta batik tuk kalian sebagai ciri
khas Indonesia
I still remember when we spent 2
nights
and 3 days with Jaypee and Kilong
Until Nippon Maru ship left the
Tanjung Priok harbor to take you home ...
I still remember when you sing this
song:
Hao man look xao na Ba back kun tai
Lai koui long tong
Ha kin you tam pa dong (2x) Meua fa
kum long kong oeui na pai ha heuan
Pai wa you ban na Nan xeuin chit
chai leu wa peo kai ya
Ban na me kao me pa (2x) Man tieng
na mung nga lom pat yen sa bai
Ao ! Yen sa bai yen sa bai xao na ..
I always love you, but on this
happy day (8/12) I can't give you anything, just only sing:
HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY
HAPPY BIRTHDAY KILONG...
Pejuang, 8 Desember 2007
DI MANA KAU?
Ketika kubuka jendela
Angin menerpa lembut wajahku
Namun
Aroma berdarah yang kurasa
Sesak dadaku dibuatnya
Kucoba tepiskan kuat-kuat
Tangan terkulai lemah, tak
bertenaga, tak berdaya
Ya Allah, penguasa semesta ...
Di manakah dapat kurengkuh tangan
gaib-Mu?
Di manakah dapat kuraih
pertolongan-Mu?
Di manakah...
Di mana...
Mana.......
Pejuang, Mei
2007












0 komentar:
Posting Komentar