Sabtu, 06 Juni 2020

CERAMAH


Pernahkan kalian mendengarkan ceramah?
Ceramah adalah pembicaraan di depan umum untuk menyampaikan informasi atau pengetahuan dari seorang yang ahli (menguasai bidangnya) kepada banyak pendengar secara lisan, baik secara langsung atau melalui media radio, televisi, dsb.





Selain ceramah, ada pula istilah pidato dan khotbah. 

Pidato adalah pembicaraan di depan umum yang cenderung bersifat persuasif, yakni berisi ajakan atau motivasi kepada massa untuk berbuat sesuatu, tentunya sesuatu yang baik dan bermanfaat ya... 

Khotbah adalah pembicaraan umum yang berisi penyampaian pengetahuan keagamaan atau praktik beribadah dan ajakan untuk meningkatkan kulitas dan kuantitas keimanan pendengar.

Persamaan ketiga bentuk tersebut adalah penyampaian informasi secara lisan kepada khlayak atau umum.

Jenis Informasi dalam Ceramah berdasarkan: 
  • fungsi: informasi pengetahuan (misalnya tentang manfaat minum air putih), informasi edukatif (misalnya tentang materi belajar), informasi fiksional (misalnya cerpen, komik)
  • format penyajian tulisan : berita, artikel, feature, resensi sedangkan penyajian dalam bentuk gambar, misalnya: foto, kartun, karikatur.
  • lokasi peristiwa: informasi daerah, informasi nasional, informasi mancanegara,
  • bidang kehidupan: informasi pendidikan, sastra, budaya, olah raga, dll,
  • bidang kepentingan misalnya tentang kelangsungan hidup, pengaruh perubahan, cara praktis meningkatkan kualitas hidup, dan peluang memperoleh sesuatu.
Struktur Teks Ceramah
  • Pendahuluan (tesis) berisi pengenalan isu, masalah, atau pandangan pembicara.
  • Isi merupakan rangkaian argumen atau pendapat dan fakta.
  • Penutup berisi kesimpulan atau rangkuman sebagai penegasan kembali pernyataan sebelumnya. 
Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah

  • Menggunakan kata ganti orang pertama tunggal / jamak (misalnya: saya atau kami) dan kata ganti orang kedua jamak sebagai sapaan (misalnya: anda, hadirin, saudara-saudara, ibu dan bapak)
  • menggunakan kata-kata teknis atau istilah sesuai dengan topik ceramah.
  • Menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan kausal, misalnya: jika, maka, sebab, karena, sehingga, namun, dll.
  • Menggunakan kata kerja mental, misalnya: memprihatinkan, berasumsi, menyimpulkan,dll.
  • Menggunakan kata-kata persuasif, misalnya: hendaknya, sebaiknya, diharapkan, perlu, harus, dll.

 Simak contoh berikut!


Assalamualaikum... 
Salam sejahtera untuk kita semua.
Alhamdulilah kita bisa bertemu dalam kesempatan ini, meskipun tidak secara langsung karena peraturan pemerintah yang melarang berkumpul untuk mengurangi dampak persebaran virus Covid-19.

Ucapan terima kasih yang tulus saya ucapkan kepada Ibu Ismaninggar selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang memberi kesempatan kepada saya untuk menyampaikan informasi berkenaan dengan kegiatan kita belakangan ini.

Ibu guru dan teman-teman semua.
Saat ini pandemi corona mewabah ke banyak negara baik di benua Eropa, Amerika, Australia, Afrika, juga Asia, termasuk di Indonesia sehingga bencana ini dikategorikan sebagai pandemi. Penyebarannya sendiri di Indonesia diawali dari kepulangan 2 warga negara yang tinggal di Depok. Dari situ mulai meluas dan penderitanya terus bertambah setiap saat.

Hadirin sekalian
Pemerintah telah melakukan banyak cara untuk mengatasi pandemi tersebut, mulai dari menyemprotkan disinfektan, keharusan menggunakan masker, sering cuci tangan, menjaga jarak (social distancing) sampai pada penerapan sosial berskala besar atau PSBB yang dilanjutkan dengan aturan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), beribadah di rumah, sampai diberlakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (WFH).
Apakah tindakan tersebut berhasil? Belum.

Ibu guru dan teman-teman semua.
Sampai hari ini, Senin, 8 Juni 2020 di Indonesia ada 31.186 kasus positif Covid-19, ini menjadikan Indonesia sebagai negara ke-2 dengan kasus terbanyak setelah Singapura. Mengapa itu sampai terjadi? Saya berasumsi itu semua terjadi karena masyarakat kita banyak yang tidak peduli, egois, dan banyak yang tidak disiplin.
Tidak peduli pada kondisi saat ini, meremehkan informasi dan aturan yang dibuat. Bahkan terkesan sengaja melanggar aturan tersebut tanpa mau peduli dan berpikir positif bahwa begitu besar kerugian yang harus kita tanggung.
Yang sangat memprihatinkan tidak sedikit yang kehilangan mata pencarian, banyak karyawan yang dirumahkan _ diberhentikan_ bahasa halusnya. Banyak yang stress karena tidak memiliki penghasilan. Belum lagi tekanan lainnya, seperti di saat sulit harus menyediakan dana lebih untuk membeli paket kuota internet agar kita bisa tetap belajar, entah sampai kapan kita bisa kembali ke sekolah.

Teman-teman sekalian.
Sebagai pelajar, seharusnya kita bisa membantu mengatasi masalah tersebut dengan mendisiplinkan diri dan peduli pada lingkungan sekitar kita. Ingatkan tetap aman dengan#DirumahAja. Ingatkan anggota keluarga kita yang lain, teman kita, tetangga kita. Semoga peduli dan disiplin kita mampu menekan bertambahnya angka penderita  Covid-19 dan korban meninggal. Aamiin…

Demikian ceramah yang saya sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita.
Wassalamualaikum...










0 komentar:

Posting Komentar