Pernahkan
kalian mendengarkan ceramah?
Ceramah adalah pembicaraan di depan umum untuk menyampaikan informasi atau pengetahuan dari seorang yang ahli (menguasai bidangnya) kepada banyak pendengar secara lisan, baik secara langsung atau melalui media radio, televisi, dsb.
Ceramah adalah pembicaraan di depan umum untuk menyampaikan informasi atau pengetahuan dari seorang yang ahli (menguasai bidangnya) kepada banyak pendengar secara lisan, baik secara langsung atau melalui media radio, televisi, dsb.
Selain ceramah, ada pula istilah pidato dan khotbah.
Pidato adalah pembicaraan di depan umum yang cenderung
bersifat persuasif, yakni berisi ajakan atau motivasi kepada massa untuk
berbuat sesuatu, tentunya sesuatu yang baik dan bermanfaat ya...
Khotbah adalah pembicaraan umum yang berisi penyampaian
pengetahuan keagamaan atau praktik beribadah dan ajakan untuk meningkatkan
kulitas dan kuantitas keimanan pendengar.
Persamaan ketiga bentuk tersebut
adalah penyampaian informasi secara lisan kepada khlayak atau umum.
Jenis Informasi dalam Ceramah berdasarkan:
- fungsi: informasi pengetahuan
(misalnya tentang manfaat minum air putih), informasi edukatif (misalnya
tentang materi belajar), informasi fiksional (misalnya cerpen, komik)
- format penyajian tulisan : berita,
artikel, feature, resensi sedangkan penyajian dalam bentuk
gambar, misalnya: foto, kartun, karikatur.
- lokasi peristiwa: informasi
daerah, informasi nasional, informasi mancanegara,
- bidang kehidupan: informasi
pendidikan, sastra, budaya, olah raga, dll,
- bidang kepentingan misalnya
tentang kelangsungan hidup, pengaruh perubahan, cara praktis meningkatkan
kualitas hidup, dan peluang memperoleh sesuatu.
Struktur Teks Ceramah
- Pendahuluan (tesis) berisi pengenalan
isu, masalah, atau pandangan pembicara.
- Isi merupakan rangkaian argumen
atau pendapat dan fakta.
- Penutup berisi kesimpulan atau rangkuman sebagai penegasan kembali pernyataan sebelumnya.
Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah
- Menggunakan kata ganti orang pertama
tunggal / jamak (misalnya: saya atau kami) dan kata ganti orang kedua
jamak sebagai sapaan (misalnya: anda, hadirin, saudara-saudara, ibu dan
bapak)
- menggunakan kata-kata teknis
atau istilah sesuai dengan topik ceramah.
- Menggunakan konjungsi yang
menyatakan hubungan kausal, misalnya: jika, maka, sebab, karena, sehingga,
namun, dll.
- Menggunakan kata kerja mental,
misalnya: memprihatinkan, berasumsi, menyimpulkan,dll.
- Menggunakan kata-kata persuasif, misalnya: hendaknya,
sebaiknya, diharapkan, perlu, harus, dll.
Simak contoh berikut!
Assalamualaikum...
Salam sejahtera untuk kita
semua.
Alhamdulilah kita bisa bertemu dalam
kesempatan ini, meskipun tidak secara langsung karena peraturan pemerintah
yang melarang berkumpul untuk mengurangi dampak persebaran virus Covid-19.
Ucapan terima kasih yang tulus saya ucapkan
kepada Ibu Ismaninggar selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang
memberi kesempatan kepada saya untuk menyampaikan informasi berkenaan dengan
kegiatan kita belakangan ini.
Ibu guru dan teman-teman semua.
Saat ini pandemi corona mewabah ke banyak
negara baik di benua Eropa, Amerika, Australia, Afrika, juga Asia, termasuk
di Indonesia sehingga bencana ini dikategorikan sebagai pandemi.
Penyebarannya sendiri di Indonesia diawali dari kepulangan 2 warga negara
yang tinggal di Depok. Dari situ mulai meluas dan penderitanya terus
bertambah setiap saat.
Hadirin sekalian
Pemerintah telah melakukan banyak cara
untuk mengatasi pandemi tersebut, mulai dari menyemprotkan disinfektan,
keharusan menggunakan masker, sering cuci tangan, menjaga jarak (social distancing) sampai pada
penerapan sosial berskala besar atau PSBB yang dilanjutkan dengan aturan
bekerja dari rumah atau work from home (WFH), beribadah di rumah, sampai
diberlakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (WFH).
Apakah tindakan tersebut berhasil? Belum.
Ibu guru dan teman-teman semua.
Sampai hari ini, Senin, 8 Juni 2020 di
Indonesia ada 31.186 kasus positif Covid-19, ini menjadikan Indonesia sebagai
negara ke-2 dengan kasus terbanyak setelah Singapura. Mengapa itu sampai
terjadi? Saya berasumsi itu semua terjadi karena masyarakat kita banyak yang tidak
peduli, egois, dan banyak yang tidak
disiplin.
Tidak peduli pada kondisi saat ini,
meremehkan informasi dan aturan yang dibuat. Bahkan terkesan sengaja
melanggar aturan tersebut tanpa mau peduli dan berpikir positif bahwa begitu
besar kerugian yang harus kita tanggung.
Yang sangat memprihatinkan tidak sedikit yang kehilangan mata pencarian, banyak karyawan yang dirumahkan _ diberhentikan_ bahasa halusnya. Banyak yang stress karena tidak memiliki penghasilan. Belum lagi tekanan lainnya, seperti di saat sulit harus menyediakan dana lebih untuk membeli paket kuota internet agar kita bisa tetap belajar, entah sampai kapan kita bisa kembali ke sekolah.
Teman-teman sekalian.
Sebagai pelajar, seharusnya kita bisa
membantu mengatasi masalah tersebut dengan mendisiplinkan diri dan peduli
pada lingkungan sekitar kita. Ingatkan tetap aman dengan#DirumahAja. Ingatkan
anggota keluarga kita yang lain, teman kita, tetangga kita. Semoga peduli dan
disiplin kita mampu menekan bertambahnya angka penderita Covid-19 dan korban meninggal. Aamiin…
Demikian ceramah yang saya sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita.
Wassalamualaikum...
|








0 komentar:
Posting Komentar